Top
Begin typing your search above and press return to search.

'Gempur Rokok  Ilegal' karya siswa SMK RUS juara lomba poster Diskominfo dan PWI Kudus

Izz Zufar Nu'matullah siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus menjadi juara pertama lomba poster bertemakan 'Gempur Rokok Ilegal' yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus Jawa Tengah.

Gempur Rokok  Ilegal karya siswa SMK RUS juara lomba poster Diskominfo dan PWI Kudus
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Izz Zufar Nu'matullah siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus menjadi juara pertama lomba poster bertemakan 'Gempur Rokok Ilegal' yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus Jawa Tengah. Ia terpilih menjadi juara pertama menyisihkan puluhan peserta yang mengirimkan karya mereka. Hasil karyanya simpel tapi mengena sehingga mudah diingat oleh masyarakat.

Enam desain terbaik pun telah dipilih guna mendapat hadiah jutaan rupiah. Selain karya dari Izz Zufar Nu'matullah dengan judul Gempur Rokok Ilegal dari SMK Raden Umar Said yang menempati juara pertama. juara kedua ada desain dari Anisa Miftahul Jannah bertema Cukai Untuk Negeri dari Universitas Terbuka. Selanjutnya juara ketiga adalah desain dari Wafda Taufiqi bertema Musnahkan Rokok Ilegal dan juara keempat ada Fatikha Rahma Aulia Ashar dengan tema DBHCHT untuk Kesehatan Masyarakat dari Universitas Muria Kudus.

Desain atau juara kelima yang dipilih masuk enam besar adalah desain milik Keysha Amelia Putri dengan tema Cukai Dikibuli, Akhirnya Masuk Bui asal SMA 1 Bae. Satu desain terakhir yakni juara enam adalah dari Dimas Nugroho Prastyo dengan tema Cukai Untuk Pembangunan Daerah dari SMAN 1 Gebog.

Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Annas mengatakan, dalam perjalanannya ada 93 desain poster yang dinilai oleh para dewan juri. Desain-desain tersebut diseleksi menjadi 30 besar.

”Hingga akhirnya para dewan juri menentukan enam desain yang menurut mereka bisa merepresentasikan semangat menggempur rokok ilegal. Mulai dari makna dan pesan yang jelas dan simpel tapi ngena,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (23/9).

Pada lomba tahun ini jumlah peserta mengalami penurunan, tapi dari segi kualitas desain poster yang terkumpul sama baiknya dengan tahun kemarin.

”Para dewan juri cukup kesulitan menentukan desain mana yang bisa masuk enam besar, semua punya ciri khas dan karakternya masing-masing, semua desainnya juga bagus. Kami kagum, karena sekalipun ini di level pelajar dan mahasiswa, tapi desainnya sangat enak untuk disimak,” imbuh Annas.

Kepala Diskominfo Kudus Dwi Yusie Sasepti menuturkan, kegiatan ini merupakan satu dari sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menyosialisasikan aksi gempur rokok ilegal.

”Sesuai amanat dari Peraturan Menteri Keuangan, salah satu kegunaan dana cukai adalah untuk sosialisasi gempur rokok ilegal, nah kegiatan ini merupakan satu dari sekian langkah kami ,” ungkapnya.

Penyelenggaraan lomba desain poster ini, diharapkan bisa menarik minat kalangan milenial dan Gen Z untuk menyuarakan kreatifitasnya dalam hal pemberantasan rokok ilegal di Kudus.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire